PTH Hidayatullah Perkuat Konsolidasi Nasional Lewat Rakornas 2026 di Depok

Hidayatullah Depok — Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) memasuki babak baru penguatan kelembagaan melalui Rapat Koordinasi Nasional Pimpinan Perguruan Tinggi Hidayatullah (Rakornas PTH) Tahun 2026. Kegiatan nasional ini digelar di Kampus Utama Hidayatullah Depok dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok sebagai tuan rumah dan resmi dibuka pada Kamis, 26 Rajab 1447 H bertepatan dengan 15 Januari 2026.

Rakornas PTH 2026 menjadi forum strategis perdana yang secara khusus mempertemukan seluruh pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan Hidayatullah dalam satu ruang koordinasi nasional. Kegiatan ini diinisiasi oleh Departemen Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah sebagai upaya menyatukan arah kebijakan dan penguatan mutu pendidikan tinggi.

Ketua Departemen Dikti Litbang DPP Hidayatullah, Muhammad Saddam, M.Ak., menegaskan bahwa Rakornas ini merupakan momentum penting untuk menyusun peta jalan pengembangan PTH secara terintegrasi. Menurutnya, konsolidasi ini dibutuhkan agar seluruh kampus memiliki standar mutu, tata kelola, dan arah pengembangan yang selaras dengan visi besar Hidayatullah.

Mengusung tema “Konsolidasi PTH dan Akselerasi Mutu: Laporan Kinerja, Standardisasi Sistem, dan Kolaborasi Global”, Rakornas PTH 2026 difokuskan pada pemetaan capaian, tantangan, serta kebutuhan penguatan dari sembilan perguruan tinggi Hidayatullah yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam forum ini, seluruh pimpinan kampus mempresentasikan laporan kinerja lima tahunan yang mencakup perkembangan program studi, jumlah mahasiswa dan dosen, status akreditasi, sistem penjaminan mutu internal, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, hingga capaian riset dan publikasi ilmiah.

Selain itu, Rakornas juga diarahkan untuk menyelaraskan program kerja Dikti Litbang Tahun 2026 dengan kebutuhan riil masing-masing kampus. Validasi laporan kinerja dijadikan dasar penyusunan perencanaan bersama serta perumusan rekomendasi dan rencana aksi nasional yang akan menjadi pedoman implementasi selama satu tahun ke depan.

Agenda Terstruktur dan Kolaboratif

Rangkaian kegiatan Rakornas berlangsung secara sistematis. Hari pertama diisi dengan pembukaan, arahan pimpinan pusat, serta pemaparan laporan dari seluruh PTH, di antaranya STAI Luqman Al Hakim Surabaya, STIS Hidayatullah Balikpapan, STIE Hidayatullah Depok, STT STIKMA Internasional, Institut Hidayatullah Batam, Institut Agama Islam Abdullah Said (IAIA), STIT Mumtaz Karimun, STIT Samarinda, STIQ Ash Shiddiq Medan, dan STIT Al Bayan Makassar.

Sesi lanjutan dipimpin langsung oleh Ketua Dikti Litbang dengan agenda pembahasan program kerja strategis, konsolidasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2026, skema hibah penelitian, serta penyusunan rekomendasi pedoman organisasi pengelolaan pendidikan tinggi.

Rakornas PTH 2026 juga membuka ruang penguatan jejaring internasional melalui agenda kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Turki dan Malaysia. Kunjungan ini ditujukan untuk menjajaki peluang kerja sama global di bidang akademik, riset, dan pengembangan kelembagaan. Hasilnya direncanakan akan ditindaklanjuti dalam bentuk program kolaborasi konkret antar institusi.

Melalui pelaksanaan Rakornas ini, DPP Hidayatullah menargetkan sejumlah luaran penting, antara lain laporan kinerja PTH periode 2020–2025, matriks rencana aksi PTH 2026 per kampus, mekanisme koordinasi dan monitoring nasional, serta Komunike Rakornas PTH 2026 yang memuat keputusan dan rekomendasi strategis.

Ketua Institut Agama Islam Hidayatullah (IAIH) Batam, Muhammad Siddik, M.Pd., menilai Rakornas PTH sebagai forum strategis untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan dunia akademik ke depan. Ia berharap forum ini menjadi wasilah peningkatan mutu dan daya saing PTH secara berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Rizky Kurnia Sah, S.HI., M.E., yang menilai Rakornas sangat bermanfaat dalam memantapkan arah jejaring perguruan tinggi Hidayatullah. Menurutnya, gagasan dan rekomendasi yang lahir dari forum ini harus diwujudkan dalam program kerja nyata di masing-masing kampus.

Rizky juga mengapresiasi STIE Hidayatullah Depok sebagai tuan rumah, yang dinilainya menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi representasi kampus Hidayatullah yang maju serta tengah bertransformasi menuju Universitas Hidayatullah Internasional (UHI).

Tak hanya itu, Rakornas PTH 2026 juga menjadi ajang sinergi lintas departemen di lingkungan DPP Hidayatullah, seperti Departemen SDI, Rekrutmen, Pembinaan Anggota, dan Pengkaderan. Sinergi ini diarahkan untuk menyatukan agenda pengkaderan dan pengelolaan SDI agar lebih terkoordinasi, sistematis, dan terstruktur di lingkungan perguruan tinggi Hidayatullah.